Beras Merah : Sejarah, Manfaat, serta Keberadaannya di Indonesia


sumber :http://www.nol7.com/

         
Di belahan bumi, terdapat beberapa jenis beras berdasarkan warnanya. Menurut Yoshida (1981), beras dikelompokkan menjadi: 

(1)Beras berwarna putih  

Keberadaan warna transparan pada beras ini terjadi karena beras ini memiliki sedikit aleuron. Dari sisi lain, kandungan amilosa biasanya sekitar 20%. Semakin tinggi kandungan amilosa, tekstur nasi akan cenderung keras dan tidak lengket. Semakin rendah kandungan amilosa, tekstur nasi akan cenderung lengket. 

(2)Beras berwarna merah. 
  
Adanya warna ini terjadi karena aleuronnya mengandung gen yang memproduksi antosianin yang merupakan sumber warna merah atau ungu. 

 3)Beras berwarna hitam 

Warna hitam yang terlihat pada beras terjadi karena aleuron dan endosperma (tempat sebagian pati dan protein beras berada) memproduksi antosianin dengan intensitas tinggi  sehingga berwarna ungu pekat mendekati hitam.

(4)Ketan(beras ketan)yang berwarna tidak transparan

Hal ini terjadi karena hampir seluruh patinya merupakan amilopektin.  Hal ini berdampak pada saat dimasak, ketan akan lengket dan tetap lengket pada kondisi dingin.
   
    Di beberapa Negara Asia, beras merah dikaitkan dengan kemiskinan karena jarang dikonsumsi kecuali oleh orang yang menderita sakit. Dengan banyaknya manfaat positif yang diberikan, beras merah menjadi salah satu sumber pangan yang sehat sehat.

Tabel Perbandingan Kandungan Nilai Gizi 
      beras putih dengan merah

Kandungan Gizi
Komponen (gram)
Beras putih
Beras merah
Kalori
360
359
Protein
6.8
7.5
Lemak
0.7
0.9
Karbohidrat
78.9
77.6
Serat
0.6
2
Ca
10
16
P
140
163
Fe
1.2
5.5
Mn
0.5
3.3
Vitamin A
0
0
Vitamin B
0.12
0.12
 Sumber Anonim, 2005 cit. Narwidiana 2009

Beras merah  memiliki keunggulan jika dibandingkan dengan beras putih yang biasanya dikonsumsi.

  1.Memiliki kandungan protein lebih tinggi dibandingkan         
    beras putih.

Dengan kandungan protein yang lebih tinggi,mengkonsumsi beras merah dapat mempengaruhi proses pertumbuhan dan pembentukan jaringan dan organ pada manusia sehingga berlangsung dengan baik

2. Memiliki karbohidrat yang lebih rendah

Dengan rendahnya kadar karbohidarat, glokusa yang dihasilkan akan semakin rendah sehingga resiko terkena penyakit diabetes lebih kecil jika kita mengkonsumsi beras putih

3.Kandungan kalsium (Ca) yang lebih tinggi

Memakan makanan yang banyak mengandung banyak kalsium akan  membantu  proses pembentukan tulang berjalan dengan baik serta mengurangi terjadinya pengeroposan tulang. Sekitar 99% kalsium berada di jaringan keras tubuh kita, seperti di tulang atau gigi,sedangkan 1% sisanya bersirkulasi dalam darah dan ini sangat penting dalam kehidupan dan kesehatan

4.Kandungan phosphor yang lebih tinggi

Mengkonsumsi makanan mengandung fosfor bisa memberikan manfaat seperti tulang dan gigi yang kuat, membantu tubuh menciptakan energi untuk beraktifitas dan membantu tubuh menyerap vitamin B.

5.Kandungan Zat besi yang lebih tinggi

Jika di dalam tubuh tidak terdapat zat besi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan jaringan atau tubuh pada umumnya. hal ini akan mengakibatkan munculnya  penyakit yang dikenal sebagai anemia.


      Di Indonesia, beras merah mulai dibudidayakan dalam skala luas. Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), terdapat beberapa jenis lokal padi merah yakni padi cempo merah, Saodah Merah dan Andel Merah. Di daerah Sumatera Barat , terdapat beberapa jenis padi merah local yakni Nabara, Pahlawan, Dolok Nabara, Pulau Manggis

Daftar Istilah

Antosianin

Pigmen larut air yang secara alami terdapat pada berbagai jenis tumbuhan dan memberi warna pada tumbuhan. Dalam media asam, antosianin berwarna merah, dan pada media basa, antosianin berubah menjadi ungu dan biru. 

Aleuron

protein granular yang ditemukan pada endosperma  yang membentuk lapisan terluar dari biji-bijian

Pati
Pati beras tersusun dari dua polimer karbohidrat:
·         amilosa, pati dengan struktur tidak bercabang
·   amilopektin, pati dengan struktur bercabang dan cenderung bersifat lengket

Perbandingan komposisi kedua golongan pati ini sangat menentukan warna(transparan atau tidak) dan tekstur nasi (lengket, lunak, keras, atau pera). Ketan hampir sepenuhnya didominasi oleh amilopektin sehingga sangat lekat, sementara beras pera memiliki kandungan amilosa melebihi 20% yang membuat butiran nasinya terpencar-pencar (tidak berlekatan) dan keras.

Sumber :

Narwidiana, P. 2009. Pengembangan Minuman Isotonik Antosianin Beras Hitam (Oryza sativa) var Indica dan Efeknya terhadap kebugaran dan aktivitas Antioksidan pada manusia pasca stress Fisik : A case Control Study. Tesis.Fakultas Teknologi Pertanian, Uniersitas Gadjah Mada, Yogyakarta.


Yoshida,S.1981. Fundamental of Rice Crop Science. Philippines. The International Rice Research and Institute.

Comments